Artikel





                        

Apakah mental block kesuksesan itu benar2 ada?

Simak kisah dari klien kami ini:

Awalnya saya kurang begitu percaya kalau mental block kesuksesan ini berpengaruh bagi usaha saya. Beberapa kali saya gonta ganti usaha sebelum usaha itu benar2 serius saya jalani. Ketika baru memulainya, ada2 saja yg membuat saya menghentikannya. Bahkan karena suatu hal yg sepele. Sampai kemudian saya berkenalan dengan hipnoterapi dan antara percaya dan tidak saya pun mengikuti anjuran teman mengikuti sesi hipnoterapi. Begitu menjalani sesi terapi, saya benar2 tidak menyangka bahwa karena ada kejadian di masa kecil (inner child) yg ternyata menghambat semangat saya. Setelah akar masalah itu dibereskan kemudian omzet usaha saya secara perlahan2 mulai meningkat. Rasa percaya diri saya pun bangkit.” (Johan, pengusaha herbal, 35 tahun)

Entah kenapa saya merasa sering terhambat ketika akan mengikuti jejak keberhasilan orang2 yg telah sukses. Rasa2 nya seperti jalan di tempat saja. Sampai suatu ketika saya memutuskan untuk mengikuti sesi terapi menggancurkan mental block kesuksesan. Yang mengherankan adalah karena dulu saya pernah memberikan afirmasi negative kepada uang, bahwa banyak uang akan membawa kepada kesombongan. Setelah dilakukan reframe akhirnya saya merasa fine2 saja terhadap kekayaan. (Budi, 47 tahun, wirausaha)

Saya awalnya tidak yakin dengan ini, sampai suatu ketika saya mendapat masalah yg aneh menurut saya, sebuah proyek yang hampir closing tiba2 saja batal. Ketika menjalani sesi terapi saya mendapat insight bahwa akar masalah terjadi waktu kecil (inform child) mempunyai pengalaman ketakutan yang akhirnya terbawa hingga dewasa. Sekarang saya semakin  percaya diri dalam meyakinkan klien klien saya. (Ilham, konsultan, 47 tahun)
                                                        

                                                                                   ***


GARANSI KESEMBUHAN ADALAH ILEGAL

Over claim kesembuhan tanpa berdasarkan data penelitian  tidak diperkenankan dalam bidang yang intangible (tidak terlihat).

Dokter tidak menjamin bahwa anda dapat sembuh. Guru tidak menjamin bahwa anda pasti belajar. Pengacara juga tidak menjamin kasus anda akan menang. Belajar lah dari mereka, sehingga tidak terjadi salah kaprah di benak klien.

Sebaliknya, yang dapat dilakukan oleh terapis adalah memberikan testimonial dari orang orang yang telah pernah merasakan manfaat daripada hypnotherapy.

Yang dapat menjaga kesehatan anda adalah diri anda sendiri.



                                                                              ***

APAKAH HIPNOTERAPI SELALU IDENTIK DENGAN KLINIK?

Beberapa orang yang  mengenal dunia hipnoterapi mungkin ada yang memberikan beberapa persyaratan  tentang tempat yang bagaimana yang layak dalam melayani klien. Namun uniknya, dalam eriksonian hipnoterapi, tempat itu bukanlah syarat mutlak, karena apa? Karena pada dasarnya sesi terapi bisa dilakukan di mana saja, bahkan di tempat yang sesuai dengan kesepakatan antara klien dan terapis. Guru saya bahkan biasa menerapi di dapur, sambil ngobrol. Entah apa alasannya ya … he he he.

Kalau anda datang ke tempat saya, maka anda tidak perlu menjadi  heran karena saya justru tidak menampilkan suasana klinik sama sekali. Blas … suasananya benar benar rumahan. He he he …


                                                                                 ***

KEUNIKAN ERICKSONIAN

Beberapa orang yang pertama kali belajar Erikcsonian mungkin akan merasakan kebingungan karena sangat jauh berbeda dengan hypnotherapy yang selama ini sudah dikenal luas. Hanya dengan 4 prinsip dasar dari Ericksonian yaitu : Pacing Leading Accept Utilize maka keunikan klien dapat diberdayakan.
Di dalam Ericksonian, yang menjadi focus adalah pengamatan trance, satu hal yang selama ini terkadang luput dari perhatian terapis. Sembari mengucapkan induksi maka seorang terapis musti terus mengasah kemampuannya dalam pengamatan trance.
Apabila pengamatan trance luput dilakukan maka yang terjadi adalah waktu yang terbuang.
Bahkan terkadang klien datang dalam kondisi sudah trance, misalnya menangis. Kalau sudah begini tidak perlu dilakukan uji sugestibilitas lagi karena hanya akan membuang buang waktu saja.
Segera lakukan accept utilize dengan kondisi klien yang menangis tersebut.

                                                                                   *** 


Langkah dalam menerjemahkan skrip

Menerjemahkan skrip hipnoterapi bukanlah pekerjaan sembarangan. Tidak bisa sembarang menerjemahkan apalagi dengan hanya menggunakan dan mempercayakan 100% kepada program penerjemahan yang sekarang ini banyak beredar (eg: google translate). 

Penerjemahan kilat tersebut baru melewati satu proses menerjemahkan saja. Tentu saja hal tersebut  tidaklah mencukupi. Hal ini karena efek dari sugesti yang terekam di dalam pikiran bawah sadar klien nantinya bisa meleset karena salah menerjemahkan.

Sebagai contoh, saya pernah membaca sebuah skrip hipnoterapi hasil terjemahan sebagai berikut: “Anda akan menjadi relax…” yang kemungkinan teks aslinya adalah: “You are going to be relax”. Terjemahan yang paling mendekati adalah: “Anda menjadi semakin relax” karena skrip hanya menggunakan tense Present bukannya Future. Lebih tepatnya lagi, pada saat bangun nanti anda menjadi semakin relax.

Juga tidak semua skrip terjemahan dapat dipakai untuk semua tipe klien. Klien dengan tingkat sugestibilitas yang tinggi kurang tepat apabila diberikan sugesti: “Anda semakin tenggelam ke dalam dasar lautan relaksasi…” karena klien akan menjadi gelagapan seperti tenggelam di lautan.  Kemungkinan aslinya adalah: “You are going to sink  deeper in the deepest sea…”

Cukup katakan “Anda menjadi semakin rileks, semakin santai, semakin nyaman….”
Untuk itu di sini akan dijelaskan langkah-langkah dalam menerjemahkan:

Syarat-syarat dalam menerjemahkan :
a.Menguasai materi yang akan diterjemahkan
b.Menguasai bahasa asing (Inggris) yang akan diterjemahkan
c.Menguasai bahasa penerima (Indonesia) dengan baik
d.Menguasai teknik menerjemahkan

Proses menerjemahkan
Adapun proses menerjemahkan dibagi dalam 4 tahapan:

Tahap pertama, bacalah skrip secara keseluruhan. Dengan demikian, diharapkan alur, nuansa, dan kandungan yang terdapat di dalamnya dapat dipahami dengan jelas. Setiap kata diteliti artinya apa karena satu kata dalam bahasa Inggris dapat memiliki arti dalam bahasa Indonesia.

Tahap kedua, mengalihkan skrip tersebut ke dalam bahasa penerima (Indonesia), terkadang disebut juga dengan terjemahan kasar.  Jika bertemu dengan bahasa yang kurang pas, segeralah merujuk kepada kamus yang standar.

Tahap ketiga, disebut juga dengan penghalusan. Seluruh skrip tunduk kepada adat bahasa penerima, sehingga pembaca akan merasakan skrip terjemahan itu sebagai suatu tulisan asli bukannya hasil terjemahan.

Tahap keempat, merujuk kepada ahlinya. Dalam hal ini kita bisa bertanya kepada para pakar dalam dunia hipnoterapi.

Saya pernah menemukan sebuah buku yang diterjemahkan oleh seorang yang mungkin bukan ahli hypnosis atau hypnotherapy. Sehingga beberapa terjemahan janggal dapat ditemui sebagaimana terjemahan bebas terbaru dapat diterima. Contohnya: affect bridge biasa diterjemahkan sebagai jembatan perasaan, namun oleh penerjemah ditulis jembatan afek. Juga informed child (ini jarang sekali diterjemahkan) menjadi “anak berpengetahuan”. Juga self hypnosis (ini juga jarang diterjemahkan) menjadi hipsosis diri. Selanjutnya ada kata pelisanan yang mungkin bahasa aslinya adalah verbalizing (ini menurut saya sudah bagus). Untuk ISE saya lebih suka mengatakan “kejadian awal” , sedangkan SSE adalah “kejadian sisipan.”

Akhir kata, sebagaimana kata seorang ahli, “Sebaik baik terjemahan adalah gema.”


                                                                                ***

                                                                             ***


BAGAIMANA SEBAIKNYA MENGIKUTI PELATIHAN HYPNOSIS / HYPNOTHERAPY ?

Beberapa teman yang pernah saya jumpai bercerita tentang hal yang dihadapinya, antara lain: bagaimana ya, saya sudah mengikuti pelatihan bla bla bla, tapi masih juga takut menginduksi suyet. Atau, bagaimana ya, saya sudah bisa menginduksi progresif saja, tapi untuk klien resisten saya gak bisa. Atau, saya sudah ikut pelatihan bla bla bla, tapi belum berani melakukan regresi apalagi berhadapan dengan klien abreaksi.

Wajar, sekali lagi wajar.

Begitulah kalau kita belajar tanpa ada tempat bertanya sebelumnya.
Berikut akan saya sharing pengalaman saya, yang mungkin juga berbeda dengan anda: Yups, saya mulai mengenal dunia hypnosis pada tahun 2009 dan ketika itu saya mengikuti privat hypnosis dasar oleh dua orang instruktur dari kota Medan. Alhamdulillah, dalam pelatihan tersebut saya sudah bisa menginduksi progresif, dengan bonus yang diberikan adalah rapid induction.

Setelah itu pada tahun 2011, saya mengikuti pelatihan 2 hari tentang pelatihan hypnotherapy otoritarian yang diadakan oleh sebuah lembaga nasional. Oya, trainernya juga ada dua orang. Di sinipun saya sudah berani menghadapi suyet/klien karena tool-tool terapinya sudah demikian lengkap.

Saya juga bertemu dengan teman satu pelatihan yang sama sekali belum bisa menginduksi sebelumnya dan akhirnya lebih banyak melihat lihat saja.
Lepas dari pelatihan tersebut, saya masih belum pede dalam menghadapi resistensi dari klien.

Maka dari itu, pada tahun 2015 saya pun mengikuti pelatihan eriksonian yang dibawakan oleh trainer nasional/internasional.

Ternyata dalam eriksonian dikupas tuntas tentang uji sugestibilitas, bahwa pada dasarnya semua klien adalah sugestif. Terus lagi, pengamatan trance musti sering sering diperhatikan. Dan juga, bahwa tidak semua kondisi terapi adalah sombambulisme. Light trance juga sudah bisa. Terusan lagi, dalam eriksonian tempat bukan masalah. Artinya anda dapat menginduksi tanpa harus menggunakan AC, kursi terapi, musik relaksasi, dan lain lain.

Begitulah pengalaman saya.

Demikian, wallahu alam.

                                                                                ***
 
WEALTH ACCELERATION

Istilah ini sering dipakai oleh Nathalia Sunaidi dan terbukti efektif dalam beberapa sesi terapi bersama klien nya.

Anda juga dapat mengikuti sesi hipnoterapi ini bersama kami karena pada intinya adalah mencari program negative apa saja yang sempat tertanam di pikiran bawah sadar anda. Yang ternyata menghambat anda untuk berusaha mencari rejeki.

Saya pernah merasa takut untuk jualan apa saja, karena setelah diregresi saya waktu kecil pernah mencoba untuk jualan es pepaya di dalam termos bersama kakak, tapi ketahuan oleh bapak saya. Eh, langsung dimarahi dan dibilang begini, gak perlu itu jualan. Makan dari gaji saja sudah cukup kok.

Nah, sesederhana itulah pikiran bawah sadar kita. Yang secara tidak disadari menghambat kemajuan anda.

Ayo, cari terus mental blok yang menghambat kemajuan anda…





                                                                         ***

MAHASISWA TIDAK SEHARUSNYA BERHENTI KULIAH

Berdasarkan pengalaman saya bertemu dengan mahasiswa, mereka terkadang dapat menutupi masalah pribadi nya dengan rapi. Akan tetapi tidak selalu begitu. Terkadang informasi yang kredibel saya dapatkan ketika melakukan absensi.

Sebut saja mahasiswa dengan nama James (semuanya adalah nama samaran),  jarang masuk pada les pertama (jam 8 pagi) tapi jam berikutnya (9.50) sudah hadir di kelas.
Begitu juga dengan Agnes, teman teman menginformasikan bahwa ybs suka bengong pada saat belajar. Dan lain lain masalah mahasiswa.

Insya Allah beberapa dari mereka dapat saya bantu, karena mungkin “jodoh” bertemu dengan saya di kelas. Namun, terkadang tidak semua dapat dibantu karena satu dan lain hal.
Agnes ini orangnya sangat riang gembira pada saat saat tertentu. Namun ketika dilakukan regresi ternyata ybs kehilangan figur ibu kandungnya. Rasa cemburu melihat teman teman SD dijemput oleh ayah ibu membuat dirinya merasa kosong tanpa ada kejelasan sama sekali tentang ibunya. Alhamdulillah, ybs sekarang sudah dapat menerima kenyataan ini dan malahan bertekad untuk dapat segera tamat tepat waktu.

Lain lagi dengan Monica, pintar tapi tidak percaya diri. Setelah diregresi ternyata pernah didamprat oleh kakaknya dan dibilangin bodoh (yang belum tentu juga benar).
Begitulah kehidupan, Charles Tebbet mengatakan bahwa pikiran bawah sadar kita seperti sebuah kaset lama yang harus diperbaiki. Oleh karena yang paling diingat hanyalah momen negative saja.

Sementara momen positif tenang tanpa muncul ke permukaan (kecuali pada saat saat tertentu).
Lain lagi dengan Joni, bertubuh tinggi besar tapi takut naik sepeda motor. Sekarang sudah berani bahkan bisa bekerja di luar negeri dengan kapal pesiar.
Begitulah, seperti kata pepatah afrika yang mengatakan: “Diperlukan peran serta orang satu kampong untuk membesarkan seorang anak.”


                                                                                      ***

APA ITU PRE-TALK?

Beberapa terapis gagal menginduksi klien untuk masuk ke dalam kondisi trance dikarenakan belum sempat mengadakan pre talk (kontrak hypnosis/hipnoterapi) dengan klien.

Pre talk adalah kesepakatan antara terapis dan   klien, karena pada dasarnya semua hypnosis adalah self hypnosis (menghipnosis diri sendiri).

Berikut adalah contoh pre talk yang sering saya bacakan sebelum sesi terapi kepada klien:
“sebelum memasuki sesi terapi saya akan menjelaskan bahwa pada dasarnya semua hypnosis adalah self hypnosis. Artinya yang mampu membawa anda ke dalam kondisi trance adalah anda sendiri. Ibarat naik mobil, maka andalah yang mengemudikan mobil tersebut. Saya hanyalah pemandu/ko pilot anda. Apabila saya meminta anda maju, maka anda maju. Kalau saya minta anda belok maka anda akan belok. Kalau saya  minta anda berhenti maka anda akan berhenti. Kalau anda tidak mau mengikuti panduan saya artinya sesi terapi tidak akan bisa berjalan dengan lancar.

Apakah anda setuju?” katakan sambil menjabat tangan klien.

Apabila klien sudah mengatakan setuju, maka segera berjabatan tangan tanda kontrak terapi sudah dilakukan.


                                                                                 ***


THE SOEHARTO EFFECT..

Beberapa orang jadul sangat tidak suka pada Pak Harto.

Tapi fakta bahwa banyaknya meme yang menunjukkan betapa indahnya masa Pak Harto dulu seperti bbm stabil, negara dihormati, swasembada pangan, keamanan negara yang kondusif dan lain lain, itu adalah tanda bahwa gaya kepemimpinan otoriter kadang memang pas untuk suatu kaum, apalagi yang kaumnya ngeyelan hehehe grin emotikon

Dan..

Begitu juga sistem yang saya gunakan di wall FB saya. Siapapun yang berani menentang 'kebijakan publik' saya, maka akan saya 'hilangkan', kalau perlu secara massal dan beneran dibuktikan wkkkkk pacman emotikon

Efeknya?

'Negara FB' saya jadi aman, tentrem, gemah ripah loh jinawi. Minim komen komen yang menteror, gila dan kejam. Kebanyakan hal hal yang lucu dan share saja paling yang ada dinegara FB saya hahaha grin emotikon

Ya itu tadi, pake cara Pak Harto dan saya menyebut hasil kerennya dengan 'The Soeharto Effect' grin emotikon

Cara ini sangat bagus buat menstabilkan negara fb dan menghasilkan ketahanan bangsa atas tekanan pihak luar yang berani beranian coba coba mengganggu keamanan negara.
Caileeee, nulisnya kayak udah jadi presiden aja ente bray wkkkkk pacman emotikon

Tapi it really works! grin emotikon

Lembut, inspiratif, baik hati, ramah, penuh kasih itu bagus, tapi anda juga butuh ketegasan dalam jumlah yang pas. Biar aman itu negara dan kedaulatan rakyat tidak diinjak injak grin emotikon

Hajar, SIkat, Petruskan, Mr X kan siapapun yang berani mengganggu (padahal kitanya menshare hal hal yang positif dan memberdayakan) dan rasakan sendiri negara (baca: wall anda) akan minim teror dan keganasan para teroris nyasar serta aman, damai, sejahtera dibumi..

Mau make cara yang sama?

Kalau iya, SELAMAT!
berarti anda sudah mengamalkan The Soeharto Effect pacman emotikon

Gimana menurut anda?

(Sumber: Fahmy Arafat Daulay)


                                                                                       ***   
HIPNOTERAPI UNTUK DEPRESI

 Terkadang, terapis harus menguasai beberapa teknik dalam mencari akar masalah. Tidak semua masalah dapat ditemukan dengan age regresi. Contohnya: depresi. Mengapa? Karena problem yang timbul tidak mengenal waktu.

Di sini kadang terapis belum menguasai teknik elicit information untuk depresi. Padahal kalau sudah ditemukan, sesi terapi menjadi lebih cepat.

Untuk dapat lebih memahami bagaimana cara menghadapi klien depresi silakan membaca buku karangan Yon Suprapto yang berjudul "Hipnoterapi dan Depresi" (Maaf, hanya dibagikan kepada peserta seminar dan workshop saya saja.)

                                                                                ***


MENGAPA HIPNOTERAPIS TIDAK BERSEDIA MELAKUKAN AGE REGRESI ?

Di dalam melakukan age regresi, dapat ditemukan adanya suatu abreaksi. Abreaksi adalah suatu hal yang terkadang dihindari oleh para hipnoterapis. Padahal dengan adanya abreaksi, maka akar dari permasalahan yang sudah ditemukan, dapat diuraikan satu persatu. Rasa takut yang dihadapi terapis mungkin adalah karena dalam abreaksi yang dihadapi pertama kali adalah ekstrim sehingga menjadi pengalaman traumatis yang mendalam. Padahal kalau saja sudah mempersiapkan diri maka hal ini seyogyanya tidak perlu terjadi. Jadi pada dasarnya abreaksi adalah berkah karena “penyebab” sudah ditemukan.

 Syarat-syarat keberhasilan keberhasilan regresi:

•    Klien harus berada di level somnambulism.
hal ini harus diperhatikan, karena tanpa kedalaman ini, maka level terapetik belumlah maksimal. Somnambulisme adalah deep trance yang sangat dalam, di mana di level inilah sesi terapi yang sesungguhnya apabila terjadi abreaksi. Karena apa, karena hasil akhirnya adalah maksimal dan oleh klien akan dirasakan PLONG.

•    Kuasai teknik affect bridge.
Affect bridge atau disebut juga dengan jembatan perasaan harus dapat dikuasai oleh seorang hipnoterapis karena ini akan mengantarkan klien ke akar masalah. Apabila hipnoterapis belum menguasai teknik ini maka hasil yang didapat tidak maksimal.

•    Kuasai teknik gestalt
Ketika klien sudah mendapat akar masalah, maka hipnoterapis haruslah jeli mengeksplor hal ini dengan dilakukan dialog gestalt.

•    Kuasai tata bahasa dalam induksi regresi.
Hal yang terjadi di depan klien adalah masa lalu, namun di dalam regresi keterangan waktunya menjadi sekarang.
Begitu klien masuk ke dalam level somnambulism dan mendapatkan akar masalah, maka anda dapat ikut merasakan suasana perasaan klien tersebut. Pada saat klien merasa sedih, anda akan dapat merasakan kesedihan tersebut.
Anda ibarat sutradara yang membantu klien merilis semua perasaannya.
Apabila anda ingin mempelajari khusus tentang age regresi dan abreaksi secara pelatihan private maka anda dapat menghubungi saya di HP. 0812 1578 1510.

                                                                                   ***


JURUS BADUT
Jurus ini saya rancang secara tidak sengaja, dan sangat cocok untuk orang2 yang bertipe visual. Gabungan dari beberapa teknik antara lain NLP submodalitas dan kreatifitas melukis.


Langkah-langkahnya adalah sbb:
1. Cari gambar oknum (person) yang selama ini berstatus offender (pengganggu) pikiran anda.
2. Utak atik gambarnya menjadi badut, dengan cara:
3. Mulut ybs. dibuat sendower mungkin dan dalam keadaan duka.
4. Hidung dibuat bulat kasih warna merah.
5. Mata dibuat garis yang menggambarkan kesedihan sangat.
6. Alis buat dalam posisi sedih.
7. Buat kerutan di kening, 2 atau 3 garis.
8. Laminating.
(Apabila kesulitan, anda dapat meminta tolong kepada seorang pelukis)
Note: apabila anda sudah bisa tertawa selama 3 malam berturut-turut mudah-mudahan anda sangat nyaman apabila berjumpa dengan si offender tersebut. Kapan saja anda bertemu, maka pikiran anda langsung teringat gambar versi badutnya.
Selamat mencoba…..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar